| Bertahan Hidup dikepung Lumpur |
| Selasa, 10 Juni 2008 | |
|
KERAJINAN Tas dan Sepatu Kulit Tanggulangin Sidoarjo sempat mengenyam masa keemasan pada 1980-2002. Dalam rentang waktu tersebut masyarakat Tanggulangin dan sekitarnya menikmati indahnya dunia, mengingat mereka tak perlu susah payah mendapatkan aliran rezki karena uang senantiasa mengalir cukup deras kewilayah itu. Bahkan sempat muncul pameo uang yang mencari keberadaan pengrajin di Tanggulangin bukan pengrajin yang harus mendapatkan harta. Namun, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak dua kali sekaligus pada tahun 2005 menjadikan para pengrajin Tas , Koper dan Sepatu di Tanggulangin mulai goyah. Belum lagi mereka diberi kesempatan untuk bangkit pasca pukulan BBM di tahun 2006 Sidoarjo dihantam semburan Lumpur panas yang lebih dikenal dengan Lumpr Lapindo. |
Berita & Artikel Lainnya
Presiden Batal Hadir, Acara Tetap Meriah - Selasa, 15 Juli 2008Sedikitnya 27 ribu peserta Safari dan Pundi Arta Kospin JASA beserta beberapa... |
JASA Siap Cetak Rekor Wisata - Jumat, 04 Juli 2008Sedikitnya 27 ribu peserta Tabungan Safari dan Pundi Arta Koperasi Simpan Pinjam... |
Buka Di Lampung, JASA di Sambut Gembira - Selasa, 17 Juni 2008Kehadiran Kospin JASA disambut baik oleh Gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu,... |
Kospin JASA Rambah Lampung - Selasa, 17 Juni 2008Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) JASA secara resmi Sabtu (14/6) membuka kantor... |
Nyaman Bersantap di “Waroengkoe” - Rabu, 11 Juni 2008Waroengkoe, sebuah nama warung makan dimaksudkan supaya menjadi bagian tak... |
Bertahan Hidup dikepung Lumpur - Selasa, 10 Juni 2008KERAJINAN Tas dan Sepatu Kulit Tanggulangin Sidoarjo sempat mengenyam masa keemasan... |

Prestasi
|
||
Pemenang Tabungan
|
|||||





