Produk


 
 
 
Koperasi Masih Dipandang Sebelah Mata
Rabu, 27 Juni 2007

PEKALONGAN – Ada impian indah dari para pendiri dan pengurus Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) JASA yang belum terwujud. Keinginan itu adalah bagaimana menjadikan koperasi sebagai cita-cita dari generasi penerus bangsa. “Saat ini belum ada satupun anak sekolah yang menginginkan dirinya menjadi pengurus koperasi apalagi karyawan sebuah koperasi. Artinya, koperasi belum merasuk benar dalam jiwa generasi bangsa ini,” ungkap Ketua II Kospin JASA H Teguh Suhardi BA saat menyambut kehadiran puluhan aktifis koperasi dari PKPRI Lombok Timur yang dipimpin Mahsun Faisal Selasa (26/6) diaula lantai IV Kospin terbaik itu.

Hingga sekarang, kata Teguh, koperasi masih dipandang sebelah mata, karena itulah Kospin JASA bertekad untuk mewujudkan sebuah impian indah tersebut menjadi kenyataan. Maka tidaklah mengherankan jika performance Kospin JASA terus ditingkatkan. “Mengapa ini harus digarap secara serius, mengingat tidak ada yang lebih indah dalam menjalankan ekonomi kerakyatan selain di koperasi. Karena koperasi merupakan sahabat masyarakat pengusaha kecil, mikro dan menengah. Sehingga kalau generasi penerusnya saja tidak ada yang bermimpi menjadi pengelola atau karyawan koperasi tentunya hal ini sangat ironis.” Kata dia.

Selain itu Teguh yang saat itu didampingi Bendahara II Budi Setiawan dan Kadiv Pengawasan Drs H Bambang Hermanto SE dan Assisten Bidang Retail & Syariah H Lukman Syukur serta Staf Pengurus Bidang Humas Muhammad Luthfi SAg membeberkan resep kemajuan Kospin JASA. Menurutnya, berkembang pesatnya Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) JASA sehingga menjadi besar seperti sekarang ini dikarenakan atas lima hal. Kelima hal dasar yang dijadikan pijakan koperasi yang didirikan pada tahun 1973 oleh HA Djunaid tersebut yakni pertama The Power Of Spirit, The Power Of System, The Power Of Skill, The Power Of Speed dan The Power Of Space. “The Power Of Spirit mempunyai makna bahwa  Kospin JASA dijalankan berlandaskan kejujuran, amanah dan kepedulian terhadap wong cilik,” Sedangkan, The Power Of System memiliki arti jika pengelolaan Kospin JASA mengedepankan system, dimana secara ekonomi rasional dan secara social berkeadilan. “Selain itu kemajuan Kospin JASA juga tidak terlepas dari peningkatan sumberdaya manusia (SDM) yang biasa disebut dengan The Power Of Skill, sementara untuk istilah The Power Of Speed berarti menunjukkan jika Kospin JASA senantiasa mencari peluang dengan melahirkan produk-produk yang berorientasi keberpihakan pada rakyat. Dan untuk The Power Of Space dimaksudkan pembukaan kantor selalu mengikuti lokasi dan transaksi para anggota dan calon anggota,” tegas dia.

Disamping itu, kata Teguh, agar sebuah lembaga keuangan bisa berkembang cepat maka harus memperhatikan tiga hal masing-masing nilai jual perusahaan, nilai jual produk-produknya dan nilai jual personalnya. “Sebesar apapun bunga yang ditawarkan pada anggota dan calon anggota jika perusahaannya tidak memiliki nilai jual tentu akan susah mendapatkan kepercayaan. Biasanya, yang terjadi adalah pinjam simpan dan bukan simpan pinjam. Mengingat, banyak KSP-KSP yang pinjamannya terlalu besar sedangkan simpanannya minim. Kemudian, koperasi juga harus mampu melihat dan meneliti apakah produknya layak jual atau tidak. Jangan terlalu ambisi melahirkan produk tapi justru tidak mengena pada anggota dan calon anggota. Selain kedua hal itu, personal koperasi seperti karyawan harus punyai nilai jual. Sehingga wajar jika Kospin JASA-pun selalu mengadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan SDM karyawannya,”

Namun demikian, kata Teguh, untuk melaksanakan tiga hal tersebut memang tidaklah mudah dan butuh perjuangan yang hebat. “Jangan pernah putus asa untuk membangun koperasi agar menjadi besar. Saat ini memang koperasi masih dipandang sebelah mata, untuk itulah semua gerakan koperasi harus bersatu guna menumbuhkan ekonomi rakyat,” katanya. (Luthfi)

 

 

Prestasi

  1. Koperasi Terbaik Tingkat Nasional Tahun 1981
  2. Koperasi Teladan Tingkat Nasional Tahun 1982 - 1986
  3. Koperasi Teladan Utama Tingkat Nasional Tahun 1987 - sekarang
  4. Koperasi Berprestasi Tahun 1999
  5. Koperasi Inti Jawa Tengah
 

Pemenang Tabungan

Tabungan Safari
  1. Tahap 53  : Hadiah Utama Rp 4.500.000 Pemenang : Masiroh dari Brebes
  2. Tahap 54  : Hadiah utama Rp 6.500.000 Pemenang : Sukirno BS (Cirebon)
  3. Tahap 55 : Hadiah Utama Rp 6.500.000 Pemenang : Y Gunawan (Batang)
  4. Tahap 56 : Hadiah Utama Rp 6.500.000 Pemenang : Sugiharto Sugiyono (Pekalongan)
  5. Tahap 57 : Hadiah Utama Rp 6.500.000 Pemenang : M Yafie (Purbalingga)
Baca selengkapnya...
 
Total Pengunjung :

1145384